Sabtu, 27 Juli 2013

Wanita Adalah Sumber Segala Fitnah

-=|◦ “Wanita Adalah Sumber Segala Fitnah” ◦|=-

Bila wanita sudah keluar batas dari kodratnya karena melanggar hukum² Allah subhanahu wata’ala. Keluar dari rumah bertamengkan slogan bekerja, belajar, dan berkarya.

Meski mengharuskan terjadinya khalwat (campur baur dengan laki² tanpa hijab), membuka auratnya (tanpa berjilbab), tabarruj (berpenampilan ala jahiliyah), dan mengharuskan komunikasi antar pria dan wanita dengan sebebas²nya. Itulah pertanda api fitnah telah menyala.

Bila fitnah wanita telah menyala, ia merupakan inti dari tersebarnya segala fitnah² yang lainnya.

Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya);
“...Dijadikan indah pada (pandangan) manusia untuk condong kepada syahwat, yaitu wanita², anak² dan harta yang banyak...” (Ali Imran: 14).

Al Hafizh Ibnu Hajar berkata;
“...Sesunggunya fitnah wanita merupakan fitnah yang terbesar dari selainnya, karena Allah SWT menjadikan para wanita itu sebagai sumber segala syahwat. Dan Allah SWT meletakkan para wanita (dalam bagian syahwat) pada point pertama (dalam ayat di atas) sebelum yang lainnya, mengisyaratkan bahwa asal dari segala syahwat adalah wanita...” (Nashihati Linnisaa’i : 114)

Bila fitnah wanita itu telah menjalar, maka tiada yang bisa membendung arus kebobrokan dan kerusakan moral manusia.

Fenomena negara barat atau negara² lainnya yang menyuarakan emansipasi wanita, sebagai bukti kongkrit hasil dari perjuangan mereka yaitu; pornoaksi dan pornografi bukan hal yang tabu bahkan malah membudaya, foto² (maaf) tel*nja*g dan menggoda lebih menarik daya beli dan mendongkrak pangsa pasar. Tak lebih harga diri wanita itu seperti budak pemuas syahwat lelaki.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضْرَةٌ وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَ اتَّقُوا النِّسَاءَ فَإنَّ أَوَّلِ فِتْنَةِ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

“...Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau dan Allah subhanahu wata’ala menjadikan kalian berketurunan di atasnya. Allah melihat apa yang kalian perbuat. Takutlah kepada (fitnah) dunia dan takutlah kepada (fitnah) wanita, karena sesungguhnya awal fitnah yang menimpa Bani Isra’il dari wanitanya...” (HR. Muslim)

Setelah mengetahui hak dan tanggung jawab wanita sedemikian rupa, rapi dan serasi yang diatur oleh Islam, apakah bisa dikatakan sebagai wanita pengangguran atau kuno ?

Sebaliknya, silahkan lihat kenyataan kini dari para wanita karier dibalik label emansipasi atau slogan; “...Mari maju menyambut modernisasi ?”

Renungkanlah wahai kaum wanita, bagaimana kedaan suami dan anak² kalian setelah kalian tinggalkan tanggung jawab sebagai istri penyejuk hati suami dan penyayang anak² !!

Wallahu Waliyyut Taufiq.

Semoga Kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah, dan semoga status ini dapat membuka pintu hati Kita yang telah lama terkunci. Aamiin.

Wabillahi Taufik Wal Hidayah.
Wassalamu‘alaik­um Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sekarang Anda mempunyai ② (dua) pilihan;
①. Membiarkan status ini berada di ‘‘HALAMAN’’ ini, dan orang lain tidak membacanya.
②. Menyebarkan ke-teman Anda yang lain dengan meng-Klik ‘‘BAGIKAN’’ agar orang lain ikut terinspirasi dan Insya Allah Anda mendapat pahala.

‘‘...Undzur ma Qaala, Wala Tandzur man Qaala...’’

Tidak ada komentar:

Posting Komentar